Teeeetttt... suaran terompet terdengar nyaring. Bersamaan dengan suara nyaring dari terompet, terbuka juga pintu sel tempat kuda-kuda yang sudah siap berlari yang tadinya tertutup. Kuda yang ditunggangi joki langsung berlari dengan cepatnya di jalur melingkar. Sementara itu di tribun stadion para penonton meneriakkan nama joki dan kuda yang berpacu. Tribun penonton pacuan kuda Kuda terus berpacu mengelilingi jalur yang sudah ditentukan. Penonton yang ada di tribun maupun di pinggir jalur perlintasan terus bersorak dan bertepuk-tangan untuk menyemangati kuda yang mereka dukung. Sorakan dan tepuk tangan makin menggema ketika kuda-kuda sudah berada di tikungan terakhir. Beberapa saat kemudian salah satu kuda mencapai garis finish. Sang joki mengangkat tangannya sebagai tanda kemenangannya. Dan para fans dan penonton juga semakin riuh bertepuk-tangan tangan menyambut kemenangan tersebut. +++++++ Bener Meriah adalah salah satu kabupaten di Nanggro Acah Darussal...
Kehidupan itu adalah misteri. Kali ini misteri kehidupan seorang ilmuan besar Perancis yang berdamai dengan masa lalunya yang kelam JOSEPH FOURIER Dari orang yang BUKAN SIAPA-SIAPA menjadi orang yang LUAR BIASA Postingan ini sebenarnya terinspirasi atau lebih tepatnya menyambung dari postingan seorang teman bernama bang Uun atau chef @Refzul Khairi yang menulis status Facebooknya tentang DERET Fourier yang berbicara tentang perambatan panas. Pada periode-periode selanjutnya deret ini banyak digunakan sebagai dasar untuk pengolahan sinyal. Walau kemudian ada dikoreksi oleh mas Koko - @Gagak Handoko Iriantoro Putra kalau yang sebenarnya digunakan adalah TRANSFORMASI Fourier …. maklum mas Koko adalah lulusan Université de Joseph Fourier (UJF) di Grenoble. Dia ngak tega kali kalau terjadi kesalahpahaman tentang hal-hal yang dikerjakan oleh tokoh yang namanya diabadikan menjadi nama universitas tempat dia menyelesaikan kuliahnya. Mungkin orang-orang yan...
Kepulangan lebaran 1438 H (2017 M) saya kali ini ke rumah orang tua saya rada istimewa. Kalau biasanya lebaran hanya diisi dengan bersilaturahmi ke keluarga atau tetangga maka kali ini saya mendapat kegiatan tambahan yang sangat lain berupa MENGAJARKAN MEMBUAT FILM DOKUMENTER kepada beberapa anak muda desa tempat orang tua saya tinggal. Desa itu terletak di daerah Pintu Rime Gayo, kabupaten Bener Meriah, propinsi Nanggro Aceh Darussalam. Memberi sedikit keterangan di awal pembuatan film Ide membuat film dokumenter ini sebenarnya tidak sengaja. Pada pagi menjelang siang di hari pertama Idul Fitri 1438 H, beberapa anak muda datang ke rumah orang tua saya untuk bersilaturahmi. Pada saat mau pamit pulang, di satu bagian rumah orang tua saya yang ada awetan katak besar dan ular kobra, mereka melakukan foto selfie atau swafoto dengan kamera telefon genggam mereka. Namanya anak muda, berbagai macam gaya mereka lakukan untuk swafoto mereka dan tanpa malu...
Comments